h1

“Pergi Tanpa Pesan…”

Thursday, August 14, 2008

Pergi Tanpa Pesan – Sore

Jauh perjalanan
Mencari intan pujaan
Aduhai… Dimana puan
Mengapa pergi tanpa pamitan

Lembah kuturuni
Bukit nan tinggi kudaki
Aduhai… Tak kunjung jumpa
Mengapa hilang tak tentu rimba

Laut hempaskan ku padanya
Bintang tunjukkan arah
Oh, angin bisikkanlah malam ini

Hati cemas bimbang
Harapan timbul tenggelam
Aduhai… Permata hati mungkin kah kelak
Berjumpa lagi (berdua lagi)

.
.
.

Tangerang, 11 Agustus 2008

Kekasih hatiku pergi meninggalkan aku. Dia pergi dengan sebuah pesan pamitan,

Sesungguhnya aku tidak pernah mencintai dirimu…”

Langit asmara runtuh menimpaku, menguburku dengan kepingan hati yang terpecah belah, tinggallah diriku mengais dan mencari sisa hati di antara serpihan cintaku yang terkoyak. Pedihnya perih menjadi selimutku, gelapnya kesendirian menjadi naunganku.
.
.
Ketika matahari terpaksa kulepas pergi dengan sebuah pesan pamitan, aku pun patah hati.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: